Prodi Teknik Sipil FT Unsoed sukses Menggelar Seminar Nasional dan Forum Group Discussion

Dalam rangka meningkatkan kerjasama dalam bidang pengembangan infrastruktur dengan beberapa instansi yang berada di wilayah Jawa Tengah, pada hari Kamis, 13 Juli 2017 bertempat di Hotel Java Heritage Purwokerto Program Studi Teknik Sipil FT Unsoed menggelar Seminar Nasional dan Focus Group Discussion bertajuk “Peningkatan Kerjasama Pemerintah dan Perguruan Tinggi dalam Pengembangan Infrastruktur untuk Mendukung Pembangunan Berkelanjutan di Jawa Tengah”. Acara ini terselenggara atas kerjasama FT Unsoed dengan University Network for Indonesia Infrastructure Development (UNIID).
Acara dipandu oleh Tri Bayun Dwiono, S.P. dengan rangkaian acara yang pertama adalah Seminar dan yang kedua adalah Focus Group Discussion. Sambutan pertama sekaligus membuka acara ini disampaikan oleh Dekan Fakultas Teknik Unsoed Nastain, S.T., M.T. dalam uraiannya beliau atas nama institusi menyampaikan terima kasih atas kehadiran para peserta dari beberapa instansi yang meliputi wilayah Purbalingga, Banyumas, Cilacap, Kebumen, Brebes, dan Pemalang. Dengan terlaksananya Seminar dan FGD ini diharapkan adanya peningkatan kerjasama pengembangan infrastruktur Pemerintah Daerah dengan perguruan tinggi khususnya para dosen FT Unsoed dalam meningkatkan kiprah keahlian pembangunan infrastruktur secara akademis. Materi seminar pertama dengan judul “ Potensi Perguruan Tinggi (Unsoed) dan Pembangunan Infrastruktur Perdesaan Menuju Kualitas Desa Mandiri dan Sejahtera” mewakili Rektor Unsoed adalah Ketua LPPM Unsoed Prof. Dr.Ir. Suwarto, MS. Pertama-tama beliau menyampaikan penghargaan yang tinggi atas kiprah Pemerintah Daerah dalam partisipasinya mengikuti kegiatan yang diselenggarakan Unsoed secara kelembagaan, beliau juga memaparkan potensi dan prestasi kerjasama yang ditawarkan kepada perwakilan instansi dari beberapa Pemerintah Daerah yang hadir. Unsoed memiliki kemampuan dan kapasitas untuk berperan aktif di bidang pengembangan perumahan, sanitasi, air minum, pendidikan dan kesehatan. Sebagai contoh, Laboratorium Rekayasa Struktur bisa terlibat dalam mengembangkan material pintar / material ringan untuk pembuatan beton, pemanfaatan bambu untuk tulangan beton atau laminasi bambu untuk struktur balok jembatan di daerah. Laboratorium Manajemen dan Rekayasa Konstruksi berperan dalam mewujudkan tata kelola kawasan perdesaan. Laboratorium Teknik Keairan dan Lingkungan berkontribusi dalam optimalisasi sistem irigasi atau rekayasa daerah pesisir. Laboratorium Rekayasa Geoteknik menjadi mitra dalam mitigasi bencana alam atau pemanfaatan material alternatif dalam perbaikan kerusakan jalan di desa-desa. Termasuk Laboratorium Teknik dan Manajemen Transportasi sebagai rekan kerja dalam pengembangan bandara atau kerekayasaan perhubungan di daerah.
Materi seminar kedua disampaikan oleh Gubernur Jawa Tengah yang diwakili oleh Kepala Bagian Pengendalian Administrasi Pelaksanaan Pembangunan pada Biro Administrasi Pembangunan Daerah Jawa Tengah Ir. Bayu Lestanto Setyo Pranoto, M.T. berjudul “Tantangan Pembangunan Infrastruktur di Jawa Tengah” Dalam paparannya beliau menyampaikan sekilas peluang dan tantangan dalam pengembangan infrastruktur di Jawa Tengah, meliputi adanya pembangunan rel ganda Jawa Tengah bagian selatan, jalan tol trans jawa, pengembangan bandara Ahmad Yani, pembangunan beberapa waduk, pembangunan kawasan industri prioritas Kendal, pembangunan Sumber Energi Asal Sampah Semarang, sangat membutuhkan peran serta berbagai pihak khususnya dari kalangan Perguruan Tinggi.
Materi ketiga disampaikan oleh Prof. Dr.Tech.Ir. Danang Parikesit, M.Sc. selaku Koordinator University Network for Infrastructure Indonesia Development (UNIID), beliau memaparkan topik “Tantangan Pembangunan Infrastruktur Inklusif melalui Kemitraan”. Dalam uraiannya Infrastruktur adalah katalis dalam pertumbuhan dan pemerataan pembangunan, Provinsi Jawa Tengah memiliki efektifitas yang lebih tinggi dari rata-rata nasional dalam merespon pembangunan infrastruktur, perlu perhatian besar terhadap “last-mile infrastructure”, pengelolaan pemangku kepentingan (stakeholder management) dan alokasi risiko yang tepat merupakan kunci dalam pembangunan infrastruktur, model kemitraan penta helix merupakan konsep yang ideal dalam mendorong pembangunan infrastruktur.
Acara berakhir dengan terselenggaranya Forum Group Discussion dari group pertama yang dipandu oleh Dr. Gito Sugiyanto, S.T., M.T., dan Probo Hardini, S.T., M.T., Ph.D dengan topik perencanaan dan manajemen pembangunan infrastruktur transportasi jalan serta group kedua dipandu oleh Dr. Nor Intang Setyo Hermanto, S.T., M.T. dan Sanidhya Nika Purnomo, S.T., M.T dengan topik pemanfaatan material alternatif pada pembangunan infrastruktur dan pengelolaan sumber daya alam dan kebencanaan. (HR)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

EnglishIndonesian