Purbalingga – Fakultas Teknik Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) menjadi lokasi penyelenggaraan kegiatan Safari dan Silaturahmi Bupati Purbalingga yang dilaksanakan pada Selasa, 13 Januari 2026, bertempat di Fakultas Teknik Unsoed, Purbalingga. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai sarana untuk memperkuat hubungan kelembagaan sekaligus menjajaki peluang kerja sama strategis antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purbalingga dan Unsoed.
Acara tersebut dihadiri oleh Bupati Purbalingga beserta jajaran Pemkab Purbalingga, Rektor dan Wakil Rektor Unsoed, para Dekan dari berbagai fakultas di lingkungan Unsoed, serta pejabat struktural dan perwakilan dosen Fakultas Teknik Unsoed.

Kegiatan safari dan silaturahmi ini menjadi momentum untuk mempererat sinergi serta mendiskusikan potensi kolaborasi antara Pemkab Purbalingga dan Unsoed. Dalam pertemuan tersebut dibahas peran strategis Unsoed sebagai institusi pendidikan tinggi yang diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan daerah melalui tridarma perguruan tinggi, yakni pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Rektor Unsoed, Prof. Dr. Ir. Akhmad Sodiq, M.Sc.Agr., IPU., ASEAN Eng., menyampaikan bahwa peningkatan jumlah mahasiswa, khususnya di Fakultas Teknik, berpotensi memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi di kawasan sekitar kampus. Sementara itu, Dekan Fakultas Teknik, Prof. Dr. Eng. Ir. Agus Maryoto, S.T., M.T., IPU., ASEAN Eng., memaparkan gambaran umum Fakultas Teknik Unsoed yang saat ini telah memiliki 11 program studi dengan jumlah mahasiswa sekitar 3.300 orang.


Selain membahas penguatan kerja sama, sejumlah isu strategis turut menjadi perhatian dalam diskusi, di antaranya pendampingan badan usaha milik daerah (BUMD), rencana pengembangan Fakultas Teknik ke depan, pengaturan lalu lintas di sekitar kawasan kampus, serta permasalahan pengelolaan sampah di Kabupaten Purbalingga. Melalui kegiatan ini, diharapkan hubungan antara Pemkab Purbalingga dan Unsoed semakin erat serta membuka ruang kolaborasi yang berkelanjutan dan lebih luas di berbagai bidang. Pertemuan ini sekaligus menjadi langkah awal dalam memperkuat sinergi pembangunan daerah berbasis keilmuan dan inovasi.
