Tim M2BEE Teknik Elektro Unsoed Selesai Laksanakan Audit Energi Gedung RSGMP dan LPMPP dengan Dukungan UK PACT dari Inggris dan Kementerian ESDM
Purwokerto – Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) menyelenggarakan kegiatan pemaparan hasil audit energi gedung Rumah Sakit Gigi dan Mulut Pendidikan (RSGMP) dan Lembaga Pengembangan Pembelajaran dan Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMPP) pada hari Selasa, 25 Juni 2026 di Ruang Rapat RSGMP dan Zoom Meeting. Kegiatan ini merupakan bagian dari program M2BEE (Magang Mahasiswa Bidang Efisiensi Energi) yang mengangkat tema “Audit Energi dan Manajemen Energi dalam Rangka Peningkatan Kinerja Energi dan Upaya Efisiensi Energi”.
Program M2BEE didukung oleh UK PACT (Partnering for Accelerated Climate Transitions), sebuah program yang diluncurkan oleh pemerintah Inggris. Selain itu, M2BEE juga melibatkan berbagai pemangku kepentingan, antara lain Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Institute for Natural Resources, Energy, and Environmental Management (IREEM), Palladium Group, Universitas Jenderal Soedirman, serta mahasiswa peserta program. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kinerja energi bangunan, mendorong implementasi efisiensi energi, sekaligus menyiapkan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi di bidang energi berkelanjutan.
Program M2BEE dilaksanakan selama dua bulan, yaitu sejak April hingga Juni 2026. Secara nasional, program ini diikuti oleh 30 mahasiswa dari 6 perguruan tinggi, termasuk Universitas Jenderal Soedirman. Di Unsoed, sebanyak 7 mahasiswa Program Studi S1 Teknik Elektro menjalani program magang pada gedung RSGMP Unsoed dan gedung LPMPP Unsoed dengan fokus pada kegiatan manajemen energi dan audit energi. Keikutsertaan para mahasiswa tersebut tak lepas dari dukungan dan bimbingan para dosen Unsoed, seperti Ir. Winasis, S.T., M.Eng. dan Ir. Yogi Ramadhani, S.T., M.Eng. Program ini dirancang untuk membantu menutup kesenjangan keterampilan hijau (green skills), memberikan pengalaman lapangan yang nyata, serta mendukung akselerasi karier berkelanjutan bagi mahasiswa.

Pelaksanaan audit energi di Unsoed dimulai dengan pembukaan kegiatan pada tanggal 16 April 2026 dan berakhir pada 24 Juni 2026. Selama periode tersebut, para mahasiswa melakukan pengumpulan data, pengukuran, analisis konsumsi energi, identifikasi peluang penghematan, hingga penyusunan rekomendasi peningkatan efisiensi energi di kedua gedung yang menjadi objek audit.
Kegiatan pemaparan hasil audit diawali dengan sambutan dari Eko Sudarmawan, S.E., Sub Koordinator Bimbingan Teknis Direktorat Jenderal EBTKE Kementerian ESDM. Selanjutnya, Wakil Rektor Bidang Akademik Unsoed, Prof. Dr. Ir. Noor Farid, M.Si., menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang terjalin antara perguruan tinggi, pemerintah, dan mitra pembangunan dalam mendukung penguatan kapasitas mahasiswa sekaligus penerapan efisiensi energi di lingkungan kampus.
Sambutan berikutnya disampaikan oleh Direktur RSGMP Unsoed, drg. Irfan Wulandono, Sp.KG. Dukungan terhadap program ini juga disampaikan oleh Unggung Widhiantoro selaku Chief Operating Officer IREEM dan Ivena Ersandi dari UK PACT–Palladium Group.

Dalam sesi pemaparan hasil audit, tim auditor M2BEE menyampaikan bahwa penggunaan energi terbesar pada Gedung RSGMP berasal dari peralatan kesehatan, sehingga menjadi prioritas utama dalam upaya peningkatan efisiensi energi. Selain itu, audit juga menghasilkan sejumlah rekomendasi teknis dan manajerial yang berpotensi untuk menurunkan konsumsi energi tanpa mengurangi kualitas layanan maupun kenyamanan pengguna gedung.


Kepala LPMPP Unsoed, Prof. Ir. Juni Sumarmono, M.Sc. Ph.D., IPU., ASEAN Eng., menyampaikan bahwa kegiatan audit energi perlu terus dikembangkan untuk menjawab kebutuhan institusi. “Audit energi minimal dilakukan pada 5 gedung di fakultas untuk menjawab kebutuhan institusi sesuai skala prioritas,” ujarnya.
Sementara itu, Dr. Ir. Rachmawan Budiarto, S.T., M.T., IPU. selaku Tenaga Ahli IREEM juga mengapresiasi kontribusi mahasiswa dalam pelaksanaan program tersebut. “Selamat kepada Unsoed karena mempunyai mahasiswa-mahasiswa hebat. Unsoed beruntung memiliki mahasiswa-mahasiswa hebat. Kami tunggu untuk menjadi wirausaha energi hijau di masa depan,” katanya.

Setelah pemaparan hasil audit, kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang berlangsung interaktif. Peserta pertemuan memberikan berbagai tanggapan dan masukan terkait peluang implementasi rekomendasi yang telah disusun.
Sebagai tindak lanjut, Tim Manajemen Energi RSGMP diharapkan dapat melakukan pencatatan dan pembukuan terhadap rekomendasi yang telah dihasilkan oleh mahasiswa auditor. Langkah ini penting untuk memastikan bahwa setiap rekomendasi dapat diimplementasikan, dipantau, dan dievaluasi secara berkelanjutan.
Kegiatan ditutup dengan finalisasi laporan hasil audit energi yang melibatkan tim internal M2BEE dan tenaga ahli IREEM. Hasil audit tersebut diharapkan menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan dan program pengelolaan energi yang lebih efektif di lingkungan kampus.
Pelaksanaan program ini sejalan dengan amanat Peraturan Pemerintah Nomor 33 Tahun 2023 tentang Konservasi Energi dan Peraturan Menteri ESDM Nomor 3 Tahun 2025, serta mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) Tujuan 7, yaitu memastikan akses terhadap energi yang terjangkau, andal, berkelanjutan, dan modern untuk semua. Melalui kegiatan ini, Universitas Jenderal Soedirman kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung konservasi energi nasional, meningkatkan kapasitas mahasiswa di bidang energi berkelanjutan, serta mewujudkan tata kelola energi yang efisien dan ramah lingkungan di lingkungan kampus.








