Fakultas Teknik Universitas Jenderal Soedirman
Navigation
Subscribe to KABAR RISET DIKTI feed
Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Official Site

Peningkatan Kerja Sama Bidang Iptek dan Inovasi antara Indonesia-Perancis

7 hours 43 min ago

Jakarta – Sebuah langkah maju dari Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) di bidang Iptek dan Inovasi ditandai dengan Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) Kerja Sama antara Pemerintah Indonesia dan Perancis.

Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia, Mohamad Nasir dan Menteri Muda Bidang Industri, Digitalisasi dan Inovasi Republik Perancis, Christophe Sirugue, melakukan sejumlah penandatanganan sebagai upaya meningkatkan kerja sama pada bidang riset, teknologi dan pendidikan tinggi yang memiliki nilai strategis bagi kedua Negara.

Penandatanganan yang dilakukan di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Rabu (29/3), terasa sangat spesial karena disaksikan langsung dihadapan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo dan Presiden Republik Perancis, Francois Hollande, yang saat ini melakukan kunjungan Kenegaraan ke Indonesia.

Kunjungan Presiden Republik Perancis tersebut dinilai sangat bersejarah karena merupakan kunjungan pertama ke Indonesia setelah hampir 30 tahun lamanya belum ada kunjungan Kenegaraan secara resmi dari Pemerintah Perancis.

Dalam kunjungannya, Presiden Republik Perancis bertemu dengan Presiden Jokowi untuk membahas rencana peningkatan kerja sama di berbagai bidang, diantaranya terkait bidang kemaritiman, infrastruktur, energi, ekonomi kreatif serta iptek, inovasi dan Pendidikan Tinggi.

Salah satu naskah kerja sama yang ditandatangani kedua Negara di Bidang Iptek dan Inovasi merupakan pembaruan dari perjanjian kerja sama serupa yang ditandatangani pada tahun 1979.

“Penandatanganan perjanjian ini merupakan momentum kebangkitan kerjasama iptek, inovasi dan Pendidikan Tinggi antara kedua Negara,” ujar Menristekdikti Mohamad Nasir.

Menteri Nasir juga menambahkan, perjanjian kerja sama tersebut akan menjadi payung hukum dalam bidang Iptek dan Dikti antara Indonesia-Perancis.

Pada kesempatan yang sama, penandatanganan kesepakatan lain antara Kemenristekdikti dengan pemerintah Perancis juga dilakukan, yaitu Program Kemitraan Hubert Curien (PHC) “Nusantara” yang telah digagas kedua Negara sejak tahun 2008, dan telah berhasil diimplementasikan dengan baik hingga saat ini.

“Tujuan dari program kerjasama PHC Nusantara adalah untuk mempromosikan dan mendukung kerjasama penelitian di Indonesia dan Perancis,” papar Menteri Nasir.

Menteri Nasir menyampaikan, kerja sama tersebut dapat dijalin baik antar Negara maupun asosiasi penelitian, baik milik Pemerintah maupun swasta, selama memiliki satu tujuan dalam penelitian bersama. (Biro KKP/Ristekdikti)

Tingkatkan Kapasitas dan Kualitas SDM Indonesia Lewat Program SmartGen

Mon, 03/27/2017 - 18:07
Jakarta – Seiringnya perkembangan zaman yang kian pesat, pemanfaatan teknologi telah mengubah beberapa kebiasaan lama yang kini lebih banyak menggunakan dunia digital seperti interaksi dan komunikasi. Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) menaruh harapan besar pada mahasiswa di Perguruan Tinggi dalam mengikuti Program SmartGen (Smart Generation) untuk Bina Generasi Muda Indonesia, merupakan sebuah inisiatif untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa Indonesia yang mempelajari subyek Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) di Universitas. Peluncuran Program SmartGen ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman antara Huawei Indonesia dengan para Rektor dari tujuh perguruan tinggi di Indonesia, yang dilangsungkan di Gedung Kemenristekdikti, Thamrin, Jakarta Pusat, Senin (27/3). Adapun tujuh Perguruan Tinggi yang tergabung dalam kerja sama ini yaitu, Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Telkom (Tel U), Universitas Diponegoro (UNDIP), Universitas Padjadjaran (UNPAD), dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). Sekretaris Jenderal Kemenristekdikti  Ainun Na’im mengatakan pentingnya program pengembangan kemampuan dan pengetahuan bagi generasi muda Indonesia dalam mengenyam pendidikan di bidang teknologi digital dengan langsung belajar di  industri sebesar PT Huawei Indonesia. “Saya menyambut dengan positif dan sangat mendukung kerja sama ini, mahasiswa yang mengikuti program ini akan dapat banyak tambahan pengetahuan dan informasi, terutama di bidang TIK. Harapannya kedepan, dapat meningkatkan kapasitas dan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Perguruan Tinggi,” ujarnya. Dirinya menjelaskan, program ini akan menjembatani pengetahuan yang didapatkan oleh mahasiswa di Perguruan Tinggi dengan kebutuhan industri teknologi informasi dan komunikasi yang akan mendorong kesiapan generasi muda Indonesia dalam berkompetisi di dunia kerja dengan persaingan global yang ketat. Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara yang ikut hadir dalam peluncuran program ‘SmartGen’ mengatakan, teknologi digital berperan penting dalam penyebaran informasi positif dan negatif secara cepat. “Saya harap mahasiswa dan mahasiswi yang mengikuti program ini bukan hanya fokus pada teknologinya saja, tetapi belajar tentang sosial dan budaya di Indonesia, artinya, mahasiswa/i  juga memahami tentang membuat berbagai kebijakan di sektor digital teknologi ini sendiri,” tuturnya. Duta Besar Republik Rakyat Tiongkok, Xie Feng,  menyampaikan bahwa Pemerintah Tiongkok mendukung pengembangan SDM di Indonesia untuk belajar langsung pada industri teknologi informasi dan komunikasi (TIK)  agar dapat menciptakan SDM yang berkualitas di bidang teknologi digital. “Kurang lebih pada saat ini hampir 90 persen karyawan dari PT Huawei Indonesia merupakan karyawan lokal, jumlah mitra perusahaannya di Indonesia telah melebihi 400, dan secara tidak langsung telah menciptakan 20.000 lebih lapangan kerja berkualitas tinggi untuk sektor Telekomunikasi Indonesia,” tuturnya.

Sudah Saatnya Riset untuk di Implementasi

Tue, 03/21/2017 - 16:49

Riset bukan lagi berakhir pada publikasi, tetapi riset harus berujung pada inovasi yang kemudian bisa bernilai penting untuk masyarakat agar dapat dimanfaatkan dan dikomersialkan, karena riset menjadi salah satu harapan untuk meraih keberhasilan dan menjaga momentum bagi Indonesia di masa depan.

Hal ini disampaikan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir, pada peluncuran kegiatan USAID’s Sustainable Higher Education Research Alliances Program (USAID SHERA) dalam bentuk hibah penelitian untuk lima perguruan tinggi di Indonesia, bertempat di Auditorium Gedung Kemenristekdikti, Jakarta, Selasa (21/3).

Menristekdikti, M. Nasir mengatakan, CCR atau Center for Collaborative Research menjadi sangat penting karena kerja sama ini merupakan kepercayaan dari Amerika Serikat melalui USAID SHERA akan kemampuan periset Indonesia untuk menjadi pengelola di bidang teknis maupun manajerial.

“Saya sangat mendukung kerja sama internasional seperti ini, SDM kita luar biasa banyak,  kita harus membuktikan kepada dunia bahwa peneliti dan inovator Indonesia juga mampu memimpin dan mengelola riset yang menghasilkan penelitian kelas dunia,” ujar Menteri Nasir di sela-sela sambutannya.

Sekretaris Jenderal Kemenristekdikti, Ainun Na’im menyampaikan pada laporannya, USAID SHERA merupakan program kemitraan penelitian antar perguruan tinggi untuk jangka waktu lima tahun, dan bertujuan meningkatkan kapasitas penelitian di perguruan tinggi Indonesia yang kondusif, berkualitas, produktivitas dan kesejahteraan Indonesia.

“USAID SHERA bekerja sama dengan Kemenristekdikti dan  23 perguruan tinggi di Indonesia, baik  negeri maupun swasta, yang tersebar mulai  dari Aceh hingga Papua, dan 8 perguruan tinggi di Amerika Serikat,” ucap Sesjen Ainun.

Adapun topik di lima PTN yang menjadi koordinator sekaligus pemenang program USAID SHERA didasarkan pada prioritas penelitian di Indonesia, yaitu; (i) Universitas Indonesia (UI) untuk topik Urban Development and Planning, (ii) Institut Teknologi Bandung (ITB) untuk topik Innovative Technologies, (iii) Universitas Padjadjaran (UNPAD) untuk topik Public Health and Infection Disease, (iv) Universitas Gadjah Mada (UGM) untuk topik Environment, Energy and Maritime Sciences, dan (v) Institut Pertanian Bogor (IPB) untuk topik Food Security and Self Sufficiency.

Wakil Duta Besar Amerika Serikat, Brian McFeeters menjelaskan, pembentukan kerja sama melalui Center for Collaborative Research (CCR) ini akan sangat membantu untuk mengembangkan, membina, dan mempertahankan penelitian di bidang ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi antara Indonesia dan Amerika Serikat.

“Kemitraan antara lembaga pendidikan tinggi di Amerika Serikat dan Indonesia akan mempertemukan para ilmuwan Indonesia dan AS untuk melakukan penelitian kelas dunia, dan diharapkan akan meningkatkan kemampuan peneliti dan daya dukung lingkungan penelitian di Indonesia,” kata Wadubes AS, Brian McFeeters.

Kemenristekdikti akan terus mengawal kerja sama internasional yang baik ini sebagai langkah maju dalam meningkatkan pembangunan dan daya saing bangsa Indonesia kedepannya. (ard)

Pentingnya Syariat, Tarekat dan Hakikat dalam Pendidikan Tinggi

Tue, 03/21/2017 - 00:05

CILEGON – Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) kini dapatkan gedung baru. Yakni gedung Dekanat Fakultas Teknik yang baru saja diresmikan oleh Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir, Senin (20/03) di Kawasan Kampus Untirta, Banten.

Acara peresmian ini selain dihadiri oleh Mohamad Nasir, juga dihadiri antara lain oleh Rektor Untirta Soleh Hidayat, Ketua MUI Provinsi Banten AM. Romly, anggota DPR RI sekaligus koordinator Nusantara Mengaji Jazilul Fawaid, Gubernur Banten yang diwakili oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Banten Engkos Kosasih Samanhudi, dan Walikota Cilegon Tubagus Imam Ariyadi.

Sebelum meresmikan gedung yang baru, acara dibuka dengan khataman Al Quran (Kampus Nusantara Mengaji) dengan harapan agar gedung baru yang nantinya diresmikan kelak dapat membawa keberkahan bagi mahasiswa dan dapat membawa kedamaian bagi Indonesia.

Menristekdikti Mohamad Nasir didapuk untuk memimpin khataman Quran dengan membaca surat Ad-dhuha sampai dengan surat An-Nas.

Dalam peresmian Gedung Dekanat tersebut, Nasir mengungkapkan bahwa tujuan dibangunnya gedung ini ialah untuk penyelenggaraan Pendidikan yang lebih baik, sehingga mampu menghasilkan lulusan yang berkualitas. Karena menurutnya, ada tiga hal yang harus dilalui setiap insan dalam mencapai tujuan, yakni Syariat, Tarekat dan Hakikat.

“Dalam dunia pendidikan, Syariat merupakan Fasilitas Perguruan Tinggi, Tarekat adalah Sumber Daya Manusia, dan Hakikat merupakan tujuan yang ingin dicapai yakni Daya Saing Nasional,” papar Nasir.

Daya saing bangsa bisa dipenuhi dengan skill worker atau qualified worker, dan innovation, tambah Menteri yang berasal dari Undip tersebut.

Menurutnya inovasi bisa dicapai kalau ada riset yang baik. Riset menghasilkan inovasi yg baik. Riset tidak bisa dilakukan dg baik kalau tidak dilakukan oleh sumber daya yang berkualitas.

Nasir menjelaskan bahwa Sumber Daya yang berkualitas harus memiliki tiga unsur, yakni pertama harus cerdas. “Karena kalau kita tidak cerdas, tidak mungkin kita bisa bersaing” ujarnya.

Nasir juga melihat ada beberapa faktor lulusan agar mumpuni pada bidangnya masing-masing.

“Jika lulusannya tidak baik atau tidak berkualitas, maka ada beberapa faktor, pertama proses belajar yang tidak baik atau infrastruktur yang tidak baik. Kedua kerja keras. Karena tanpa kerja keras, kita tidak mungkin bisa mencapai tujuan kita. Ketiga ialah ikhlas. Mahasiswa jangan mudah mengeluh apabila mendapatkan tugas dari dosennya. Karena dengan ikhlas mengerjakan tugas, mahasiswa bisa lebih mudah menerima ilmu yang diberikan dosennya,” ungkapnya.

Masih menurut Nasir, untuk mencapai daya saing bangsa yang kuat, maka rangkaian skill worker harus berkualitas, inovasinya harus baik, berdasarkan riset yang baik, dengan didukung Sumber daya yang baik. “Ini sangat penting sekali. Semuanya harus dirangkai dalam institusi yang kuat,” ujarnya.

Sebagai penutup dalam sambutannya, Nasir mendoakan semoga dengan diresmikannya gedung Dekanat Fakultas Teknik tersebut mampu membawa keberkahan, dapat bermanfaat, sehingga mampu menghasilkan ilmuwan-ilmuwan yang bisa membangun Indonesia yang penuh berkah. (TJS)

Bersama Kami, ABP-PTSI Tingkatkan Kualitas PTS Indonesia

Sat, 03/18/2017 - 12:29

SEMARANG – “Di 2017 ini ada 9 PTS yang masuk ke akreditasi A. Untuk itu, ini harus didampingi. Saya tidak ingin dampingi BAN-PTnya, tapi saya dampingi Perguruan Tingginya,” kata Menristekdikti Mohamad Nasir.

Hal itu dikatakan Nasir saat menjadi pembicara dalam Rakernas Asosiasi Badan Penyelenggara Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (ABP-PTSI) 2017 dengan tema Revitalisasi & Redinamisasi Organisasi ABP-PTSI, di Hotel Semesta, Sabtu (18/3).

Menurutnya Kopertis ikut bertanggung jawab agar PTS beranjak akreditasinya dari akreditasi C ke akreditasi A. “Dampingi Perguruan Tingginya, jadi BAN-PT pun akan berikan akreditasi yang bagus. Untuk perubahan Kopertis ke LLPT di tahun 2017 ini harus terealisasi, karena sudah dikoordinasikan dengan MenPAN dan RB,” tambah Nasir.

Kesesuaian lulusan dengan bidang pekerjaan juga menjadi fokus Kementerian. “Kalau bisa lulusan itu sesuai dengan bidang pendidikannya. Jangan sampai salah bidang, misal Insinyur jadi politisi, padahal kebutuhan Insinyur masih banyak, jangan sampai lah seperti itu di masa depan,” tutur Nasir.

Untuk beasiswa, Nasir meminta Perguruan Tinggi yang sudah akreditasi A, tidak boleh menolak bidikmisi. “Kualitasnya sudah bagus kok tidak mau, harus mau menerima bidikmisi,” tegasnya.

Apresiasi juga diberikan Nasir kepada PTS yang sudah punya akreditasi internasional. Karena menurutnya PTN pun belum tentu punya akreditasi internasional.

“Contoh Binus, salut dengan Binus yang sudah memiliki akreditasi internasional di bidang keteknikan,” ungkapnya.

Terkait peningkatan publikasi, untuk tingkat Lektor Kepala, apabila berhasil melakukan publikasi internasional, direncanakan insentif akan diberikan oleh Kementerian.

“Tapi ini masih didiskusikan dahulu lho ya, supaya jelas nanti bentuknya seperti apa, jumlahnya berapa, kan kalau Guru Besar sudah jelas seperti apa, ini untuk Lektor Kepala agar lebih jelas dan semangat,” ungkap Nasir.

Kedepan Nasir berharap, peran ABP-PTSI juga mohon ditingkatkan lagi, bila ada PTS yang berkonflik, ABP-PTSI diharapkan menjadi mediator. Nasir juga meminta apabila ada PTS yang jual beli ijazah langsung ditindaklanjuti juga oleh ABP-PTSI.

“Kami tidak apriori dari masukan yang baik mengenai pengembangan Pendidikan Tinggi. Selama ini kerja sama dengan ABP-PTSI sudah bagus. Mudah-mudahan kedepan kita lebih baik, mari kita bersama-sama tingkatkan kualitas Perguruan Tinggi,” pungkas Nasir yang diamini oleh Ketua Umum ABP-PTSI Thomas Suyatno. (DZI)

Mohamad Nasir : Selamat Dies Natalis ke-57 FEB Undip

Sat, 03/18/2017 - 10:03

Semarang – Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir mengikuti senam dan jalan sehat bersama dengan civitas akademika Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Diponegoro di Kampus Tembalang, Semarang, Sabtu (18/3).

Acara tersebut merupakan bagian dari rangkaian acara Dies Natalis FEB Undip ke-57, Nasir bersama Rektor Undip Yos Johan Utama menggunting pita sebagai tanda rangkaian acara jalan sehat dimulai.

“Saya ucapkan selamat, makin sukses, makin jaya untuk FEB Undip,” ujar Nasir yang merupakan mantan Dekan FEB Undip.

Nasir dan Yos Johan memberikan penghargaan kepada para alumni, terutama kepada Prof. Hartowo yang namanya dijadikan nama jalan depan FEB Undip. Menurut Nasir ini merupakan bentuk apresiasi dari para civitas akademika Undip terutama kepada para senior Undip yang banyak berjuang untuk kebesaran Undip.

“Karena beliau jasanya banyak, terutama beliau merupakan salah satu pendiri FEB Undip,” terangnya.

Dalam acara tersebut juga digelar berbagai acara, termasuk santunan kepada anak yatim piatu, pembagian doorprize bagi civitas FEB Undip, dan banyak booth makanan yang diberikan secara gratis hasil kreasi Ikatan Alumni FEB Undip. (DZI)

Sentuhan Teknologi Akan Mendukung Percepatan Swasembada Pangan

Fri, 03/17/2017 - 14:07

MAKASSAR – Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) mendukung penuh upaya percepatan swasembada pangan khususnya di Kawasan Timur Indonesia.

Hal ini dikemukakan oleh Menristekdikti Mohamad Nasir pada acara Temu Inovasi Teknologi Pertanian dengan Tema Mendukung Produktivitas dan Percepatan Swasembada Jagung di Kawasan Timur Indonesia yang diselenggarakan Kementerian Pertanian bekerjasama dengan Konsorsium PTN-KTI di Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, Jumat (17/3).

“Kita selalu mencoba mengembangkan riset-riset yang mampu menghasilkan inovasi yang mendukung swasembada pangan khususnya padi, jagung, dan palawija (pajali)”, jelas Nasir.

Lebih lanjut Nasir menjelaskan pentingnya sinergi antar institusi untuk percepatan perwujudan swasembada pangan. Peran Kemristekdikti beserta LPNK dan Perguruan Tinggi di bawahnya adalah sektor hulu yaitu melakukan alih teknologi dan implementasi inovasi hasil litbang baik berupa teknologi inovatif terkait peningkatan produktifitas pertanian, maupun teknologi inovatif terkait pengolahan pasca panen.

Perlunya sentuhan teknologi di sektor pertanian diamini pula oleh Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. Menurut hitungan Mentan, teknologi mampu menekan secara signifikan biaya produksi.

“Hitung-hitungannya teknologi mampu menekan 50% biaya produksi yang dikeluarkan petani,” tegas Amran.

Swasembada pangan bukanlah sesuatu yang tidak mungkin diwujudkan. Yang diperlukan adalah kemauan segenap anak bangsa untuk mewujudkannya. (MSF)

Kemenristekdikti Dukung Kerjasama di Bidang Aquatic

Mon, 03/13/2017 - 20:50

PANGANDARAN – Senin (13/3), diantara serangkaian penandatangan nota kesepahaman yang dilaksanakan di Gedung Kampus Sementara Universitas Padjajaran (Unpad) Pangandaran, ditandatangani juga nota kesepahaman antara Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dengan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti), tentang Peningkatan Mutu Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian kepada Masyarakat dalam rangka mendukung program kepemudaan dan keolahragaan.

Dalam sambutannya, Menpora Imam Nahrawi mengingatkan kita pada amanat presiden bahwa semua kementerian lembaga tidak boleh jalan sendiri-sendiri, harus bersinergi satu sama lain. Nota kesepahaman ini adalah salah satu bentuk sinergi antara Kemenpora dengan Kemenristekdikti.

“Semua kementerian harus betul-betul bersinergi satu sama lain. Salah satu kerjasama Kemenpora adalah memberikan dukungan yang luar biasa bagi pengembangan olahraga Unpad lewat Aquatik Stadium. Meskipun Unpad belum ada Fakultas Olahraga, tapi pasti ada kaitannya dengan Fakultas Perikanan, Maritim dan Aquatik Stadium,” ujar Menpora.

Menristekdikti Mohamad Nasir mengatakan pada kesempatan yang sama bahwa Kerjasama dengan Menpora berkaitan dengan pengembangan sarana olahraga untuk bidang aquatic, Kemenristekdikti akan mendorong pengembangan kedoktoran olahraga yang ada di Unpad agar bisa membantu tentang kesehatan, nutrisi, dan hal lainnya yang berkaitan dengan olahraga.

“Semoga komitmen bersama kedua Kementerian ini dapat meningkatkan mutu Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian kepada masyarakat, yang akan mendukung program Kepemudaan dan Keolahragaan,” tutup Nasir. (FLH)

Kemenristekdikti Tingkatkan Kualitas SDM Bersama Pemprov Jabar dan Pemkab Pangandaran

Mon, 03/13/2017 - 20:12

PANGANDARAN – Penyelenggaraan Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) Universitas Padjadjaran (UNPAD)-Pangandaran, dan rencana pengembangan kawasan Geopark di Kabupaten Pangandaran semakin kuat ditandai dengan serangkaian penandatanganan nota kesepahaman antara Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti), Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat, dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pangandaran, serta antara Pemkab Pangandaran dengan Rektor Unpad dan PT Biofarma pada Senin (13/3) di Gedung Kampus Sementara PSDKU Unpad-Pangandaran.

PSDKU merupakan usaha Pemerintah dalam meningkatkan pembangunan wilayah Jawa Barat, khususnya Priangan Timur. UNPAD mulai menyelenggarakan kegiatan akademik di pangandaran pada tahun ajaran 2016/2017. UNPAD Pangandaran membuka 5 program studi, yakni ilmu komunikasi, administrasi bisnis, perikanan, peternakan, dan keperawatan.

Bupati Pangandaran, Jeje Wiradinata berharap kehadiran UNPAD di Pangandaran dapat mendorong pembangunan di Pangandaran dan membawa Kabupaten Pangandaran sejajar dengan Kabupaten lainnya di Jawa Barat.

“Nota kesepahaman ini adalah kegiatan relevan untuk dapat menghasilkan tenaga kerja yang kompeten dan terampil untuk mengisi pembangunan,” ujar Menristekdikti Mohamad Nasir dalam sambutannya usai menandatangani nota kesepahaman.

Sebagaimana diketahui modal dasar pengembangan dan penerapan iptek ini adalah SDM yang berkualitas, inovatif, kreatif, kompetitif, dan terampil yang mampu menjawab permasalahan nyata bangsa untuk menggapai kesejahteraan tambah Nasir.

Nasir juga berharap dengan adanya penandatangan nota kesepahaman ini, UNPAD dapat memberikan kontribusi yang semakin bermakna dengan memberikan pendidikan bermutu dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, mempermudah akses masyarakat terhadap pelayanan pendidikan tinggi berbasis ilmu pengetahuan, teknologi dan riset, serta meningkatkan Angka Partisipasi Kasar (APK) Pendidikan Tinggi di Indonesia pada umumnya dan Jawa Barat pada khususnya.

“Besar harapan saya PSDKU UNPAD dapat meningkatkan kualitas SDM Jawa Barat, membentuk manusia cendekia dengan kemampuan profesional dan iptek tinggi guna menjawab berbagai kebutuhan dan tantangan zaman yang terus berubah secara dinamis,” kata Nasir.

Geopark Pangandaran

Penandatanganan nota kesepahaman juga dilakukan antara Pemerintah Kabupaten Pangandaran dengan UNPAD dan PT Biofarma terkait kerja sama riset untuk pengembangan Biodiversity Cultural Diversity dan Geo Diversity Rintisan Pengembangan Geopark di Pangandaran, dengan disaksikan oleh Menristekdikti dan Dirjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan Intan Ahmad.

Meurut Rektor Unpad Tri Hanggono, potensi bentang alam, serta keanekaragaman hayati dan budaya yang ada di Kabupaten Pangandaran membuat  kabupaten ini layak untuk menjadi wilayah Geopark Global versi UNESCO. Pengembangan kawasan Geopark membutuhkan keterlibatan seluruh pihak, melalui penandatanganan nota kesepahaman hari ini diharapkan perwujudan kawasan Geopark dapat tercapai dengan baik. (FLH)

Mohamad Nasir : UNS Sudah Tunjukkan Kedewasaannya Lewat Raihan Prestasi

Sat, 03/11/2017 - 11:59

SURAKARTA – Ravik Karsidi dalam sambutan perayaan Dies Natalis ke-41 UNS, Sabtu (11/3), mengatakan bahwa UNS bertugas mencerdaskan kehidupan bangsa, dan tidak hanya untuk sekitar saja tetapi Nasional. Kedepannya menurut Ravik, UNS siap mengemban amanah sebagai PTN BH.

“Kesiapan itu kami tunjukkan dengan berbagai capaian prestasi dan apresiasi pengakuan terhadap kiprah dan sepak terjang selama ini,” ungkapnya.

Seperti diketahui UNS saat ini telah memperoleh antara lain peringkat unggul (A) Akreditasi Institusi Perguruan Tinggi (AIPT) yang diberikan oleh BAN PT, Clustering Kemenristekdikti masuk di Cluster 1, peringkat ke-5 di Indonesia dari UI GreenMetric World University Ranking 2017, prestasi mahasiswa bertaraf internasional seperti juara 2 Urban Diesel di Shell Eco Marathon Asia 2016, dan secara 7 kali berturut-turut mendapatkan Opini WTP dalam penilaian kinerja keuangan.

“Sementara untuk memberikan fasilitas kampus yang memadai, saat ini UNS sedang merancang perluasan kampus baru di luar kota Solo sebagai Kampus satelit diperuntukkan bagi pengembangan ilmu pertanian, peternakan, kehutanan, lingkungan dan fakultas/prodi baru,” jelasnya.

Saat ini tambahnya, juga sedang digagas dan dijalankan UNS Cultural Metrics (UNS C-Metrics). Menurutnya sebagai Kampus yang berkedudukan di Kota Solo, Kota akarnya budaya bangsa, UNS melalui tri dharma Perguruan Tinggi berperan sentral dalam pelestarian dan pengembangan penelitian bidang budaya.

“Karenanya untuk implementasikan hal itu, kami hari ini memberikan UNS Awards 2017 dalam bidang budaya kepada budayawan Goenawan Mohammad Soesatyo,” ujarnya.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo memberikan komentar untuk Dies Natalis ke-41 UNS ini, menurutnya UNS adalah salah satu tempat dimana nuansa ilmiah dan budaya itu menyatu.

“Sejak pagi tadi kami diperkenalkan hasil inovasi dan museum UNS, ini merupakan bentuk dimana nuansa keilmiahan, keilmuan, dan budaya kejawaan, ke Indonesiaan menyatu. Dan UNS sukses mengembangkan diplomasi budaya ke dunia internasional,” tuturnya.

Sementara itu Menristekdikti Mohamad Nasir melihat dari sisi perkembangannya, usia mungkin baru 41 tahun, namun capaiannya sudah luar biasa untuk UNS.

“Ada falsafah, usia itu pasti bertambah menjadi tua, tapi dewasa itu pilihan. Belum tentu dengan usia Perguruan Tinggi itu menunjukkan kedewasaannya. UNS ini menunjukkan kedewasaannya dengan berbagai prestasi, jadi bukan ketuaannya, tapi kedewasaannya sangat terlihat, contohnya dari publikasi yang sangat banyak,” kata Nasir.

Menurut Nasir dirinya juga akan coba bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata agar Surakarta menjadi salah satu destinasi wisata dunia dan masuk dalam katalog pariwisata, wisata Kampus berbudaya lokal.

Mencoba membandingkan dengan Republik Rakyat Tiongkok. Jelas Nasir disana Perguruan Tingginya tidak terlalu banyak, namun sangat maju. Kalau Perguruan Tinggi makin banyak diikuti kualitas makin bagus, tapi kalau tidak, ini harus diperbaiki.

“Mereka hanya sekitar 11 Perguruan Tinggi sudah dapat masuk 500 Perguruan Tinggi dunia, kita banyak namun baru masuk 2 PTN di peringkat 500 besar dunia. Ini tantangan tersendiri,” paparnya.

Terkait dengan produktivitas penulisan, UNS menurutnya merupakan salah satu PTN yang penulisannya produktif. Contoh lain, bagaimana hilirisasi ke industri dilakukan dan dikomersialisasikan juga UNS sudah lakukan.

“Contohnya mobil minibus listrik yang saya luncurkan tadi, itu bentuk hasil inovasi yang berhasil dihilirisasi, harus terus kita lakukan, contoh lain adalah padi organik dari UNS, dimana 1 lahan hektar padi organik menghasilkan 8 ton beras dan harga jualnya tinggi,” ungkapnya.

Nasir juga katakan mendukung UNS menjadi PTN BH sesaat setelah meresmikan Sistem Informasi Manajemen Terintegrasi UNS. (DZI)

UNS Luncurkan Minibus Listrik

Sat, 03/11/2017 - 09:41

SURAKARTA – Dalam rangka Dies Natalies ke 41, UNS meluncurkan Minibus Listrik yang merupakan hasil kerjasama antara Kemenristekdikti, UNS, LIPI, PT INKA dan INTEK UNSINDO.

Peluncuran tersebut dilakukan di Gedung Rektorat UNS, Sabtu (11/3) oleh Menristekdikti Mohamad Nasir, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, dan Rektor UNS Ravik Karsidi. Nasir secara simbolis menyerahkan kunci kepada Ravik sebagai tanda resmi peluncuran.

Nasir dan rombongan pun langsung mencoba kendaraan tersebut menuju ke Museum UNS yang juga diresmikan hari ini.

Menurut Nasir minibus listrik UNS ini mampu menempuh jarak sampai 50 KM sampai baterai habis, dan kecepatannya mencapai 60 Km/Jam.

“Baterainya memakai baterai lithium 160AH, dan waktu chargingnya sekali isi membutuhkan waktu 6-8 jam”, jelasnya.

Nasir mengapresiasi lahirnya kendaraan ini, karena akan mendukung juga efisiensi bahan bakar dan bisa dijadikan contoh untuk penerapan Kampus hijau di Indonesia.

Kejadian menarik saat memasuki gedung UPT Perpustakaan UNS, keadaan jalannya menanjak terjal, sempat ada kekhawatiran minibus tidak mampu menanjak karena membawa 23 penumpang. Ternyata minibus listrik ini mampu menanjak dengan lancar.

“Wah hebat ini, kuat menanjak, sukses UNS,” ujar Nasir dan Ganjar sambil bertepuk tangan. (DZI)

Menristekdikti : Maghfiroh Tercurah untuk Indonesia

Fri, 03/10/2017 - 21:38

SURAKARTA – “Mudah-mudahan seluruh Indonesia mendapatkan maghfiroh, mudah-mudahan dengan membaca quran ini bisa memberikan kedamaian,” kata Nasir saat ikut serta dalam acara Kampus Nusantara mengaji di Masjid  Nurul Huda UNS, Jumat (10/3) malam.

Menurut Nasir, Nusantara mengaji ini kegiatannya berlangsung sejak tahun yang lalu dan mulai dirintis pada akhir tahun 2015. Inisiatornya saat itu adalah Bapak Muhaimin Iskandar dan beberapa Kyai, dan dilaksanakan pertama kali di Institut Ilmu Quran Jakarta.

“Alhamdulillah pada tahun itu sudah dihapalkan Al Quran sejumlah 330.000 kali. Malam ini adalah awal lagi memulai kegiatan Nusantara mengaji yang dilakukan oleh sekitar 40 Perguruan Tinggi Indonesia,” ungkap Nasir.

Nasir berharap mudah-mudahan dalam rangka Dies Natalies ke-41 UNS ini menjadi berkah, karena melihat situasi di Indonesia ada beberapa situasi radikalisme yang tidak baik, dengan adanya kegiatan seperti ini diharapkan mengurangi hal-hal seperti itu.

“Saya berharap seluruh mahasiswa, terutama yang muslim dapat mengembangkan kegiatan yang baik seperti ini. Baik yang beragama islam ataupun tidak, sesuai agamanya, kegiatan seperti Kampus Nusantara Mengaji ini harus dicontoh,” tuturnya.

Dalam kesempatan itu beberapa Rektor Perguruan Tinggi Negeri pun melalui teleconference menyatakan bahwa kegiatan ini menjadi kegiatan positif.

“Insya allah kami mendukung kegiatan ini, dan seluruh civitas akademika Kampus mendukung pengajian seperti ini,” tutur Rektor Unhas Dwia dan Rektor Undip Yos Johan melalui monitor.

Pada kesempatan itu Nasir juga berpesan kepada civitas UNS bila nanti sudah jadi PTN BH, jangan dianggap PTN BH itu bisa menjadi komersial.

“Kami larang betul PTN melakukan komersialisasi pendidikan, jangan sampai anak miskin tidak bisa kuliah di UNS. Itu bagian dari pesan spiritual juga,” pungkas Nasir. (DZI)

UNS Rayakan Dies Natalies Lewat Mengaji Bersama

Fri, 03/10/2017 - 20:41

SURAKARTA – Mungkin kini tak banyak lagi yang merayakan momen ulang tahunnya dengan melakukan pengajian. Berbeda dengan Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, perayaan awal Dies Nataliesnya dilaksanakan dengan cara mengaji bersama.

Bertempat di Masjid Nurul Huda UNS, Jumat (10/3) malam, UNS melakukan pengajian bersama yang bertajuk Kampus Nusantara Mengaji, merupakan acara yang juga dilakukan serentak di sekitar 40 Perguruan Tinggi di Indonesia. Hadir pada kesempatan itu Menristekdikti Mohamad Nasir yang didaulat untuk memimpin pengajian tersebut. Nasir memulai pengajian tersebut dengan membaca Q.S. Ad-Dhuha.

Rektor UNS Ravik Karsidi mengatakan bahwa melalui acara Kampus Nusantara Mengaji ini adalah bentuk rasa syukur UNS, karena biasanya pada malam Dies Natalies selalu dilakukan acara seperti ini.

“Melalui pengajian ini, kami diminta melalui teleconference untuk mengajak sekitar 40 kampus lain bergandengan tangan lakukan Kampus Nusantara Mengaji ini. Dan dalam rangka Dies Natalies ke-41, sudah sepantasnya kita tunjukkan rasa syukur kita kepada Tuhan Yang Maha Esa lewat iringan doa dan harapan dalam pengajian malam ini,” ujarnya.

Ravik menambahkan UNS selalu memberikan apresiasi kepada para hafidh quran khatam 30 juz yang dianggap setara dengan pemenang olimpiade internasional. Sedangkan hafal 15 juz dianggap setara dengan pemenang olimpiade nasional.

Tampak hadir pada acara ini antara lain Mantan Mendikbud Mohammad Nuh, Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD, Irjen Kemenristekdikti Jamal Wiwoho, dan penggagas ESQ Ary Ginanjar. (DZI)

Inovasi Butuh Promosi

Thu, 03/09/2017 - 23:27

JAKARTA – Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) bekerjasama dengan Mark Plus Inc dalam rangka membawa produk inovasi yang dihasilkan oleh Universitas, Lembaga Penelitian dan Pengembangan, Lembaga Pemerintah Non Kementerian (LPNK) di bawah koordinasi Kemenristekdikti menjadi lebih dekat dengan industri.

Partisipasi industri perlu menjadi perhatian lebih dalam, sehingga upaya untuk melibatkan peran industri harus ditingkatkan. Beberapa masalah yang kerap mengemuka terkait hal ini diantaranya daya serap industri terhadap inovasi yang ada masih rendah dan belum optimal, kemudian penelitian yang dihasilkan peneliti tidak sesuai dengan kebutuhan industri. Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Mohamad Nasir mengungkapkan banyak riset-riset di perpustakaan yang dapat menjadi produk yang dibutuhkan.

“Daya saing suatu bangsa dapat dicapai salah satunya dengan inovasi. Tidak bisa inovasi tanpa riset. Riset akan bisa lebih baik dan akan menghasilkan inovasi yang baik, tenaga kerja yang baik, harus didorong dari sumber daya manusia yang kompeten, yakni salah satunya para peneliti dan dosen,” ujar Nasir pada WOWBrand Festive Day 2017-Mark Plus di Ballroom Hotel Raffles Jakarta, Kamis (09/03).

Kemenristekdikti melakukan banyak inisiatif untuk memperkuat inovasi nasional seperti dengan memberikan reward kepada peneliti, memfasilitasi pendanaan inovasi, dan pengembangan inovasi konsorsium.

Menristekdikti menyebutkan, berbagai inovasi yang telah dihasilkan tidak akan sampai kepada pengguna apabila tidak ada investor. Investor akan melihat inovasi dari biaya yang harus dikeluarkan serta laba ruginya. Kalau inovasi bagus tapi cost mahal tidak akan dilirik.  Oleh karena itu, Menristekdikti menginisiasi Innovator- Investor Forum yang akan menjadi tempat kolaborasi keduanya.

“Sehingga keduanya tidak berjalan sendiri-sendiri dan tidak ada nilai tambah yang bisa dimanfaatkan. Indonesia akan bisa berdaya saing dengan baik. Dan Global Competitiveness Index bisa meningkat,” ujarnya.

Mahasiswa Adalah Agen Perubahan Untuk Kesadaran Kesehatan Masyarakat

Thu, 03/09/2017 - 20:11

JAKARTA – Direktur Jenderal Sumber Daya Iptekdikti Ali Ghufron Mukti menyampaikan pentingnya peran mahasiswa sebagai agen perubahan dalam membangun kesadaran masyarakat untuk turut berperan serta pada program jaminan kesehatan semesta yang digagas oleh BPJS Kesehatan.

Hal ini disampaikan Ali Ghufron Mukti pada penandatanganan nota kesepahaman antara Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan tentang Perluasan Kepesertaan Program Jaminan Kesehatan di Perguruan Tinggi pada Kamis (9/3).

“Masyarakat saat ini bergabung dengan BPJS Kesehatan hanya sebatas mendaftar saja. Belum mengerti pentingnya memiliki jaminan kesehatan. Maka dari itu, peran mahasiswa sebagai calon pemimpin masa depan diharapkan bisa menjadi agen perubahan yang mampu memberi bimbingan kepada masyarakat untuk turut serta dalam program jaminan kesehatan semesta ini”, jelas Ali Ghufron Mukti.

Lebih lanjut Ali Ghufron Mukti menjelaskan bahwa Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi sangat mendukung BPJS Kesehatan dalam mewujudkan jaminan kesehatan semesta (Universal Health Coverage) di Indonesia yang ditargetkan tercapai pada 1 Januari 2019.

Dari sisi infrastruktur kesehatan, Kemristekdikti turut serta dalam menyediakan fasilitas kesehatan berupa 24 rumah sakit pendidikan. Saat ini 12 rumah sakit pendidikan telah beroperasi baik sebagai sarana pembelajaran maupun sebagai fasilitas layanan kesehatan bagi masyarakat.

Selain itu, Kemristekdikti juga turut serta memperluas kepesertaan masyarakat dalam program jaminan kesehatan semesta. Kemristekdikti mendorong dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa di berbagai PTN untuk turun berpartisipasi sebagai peserta jaminan kesehatan ini. (TJS)

Jangan Maknai Status PTN BH Sebagai Privatisasi atau Komersialisasi

Wed, 03/08/2017 - 12:33

SURABAYA – Belum terlalu lama Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya ditasbihkan menjadi PTN BH. Dalam rangka memperkuat statusnya tersebut, ITS melakukan kick off sebagai PTN BH untuk meningkatkan kualitas, baik secara institusi maupun sumber daya. Acara kick off yang dilaksanakan di Graha Sepuluh Nopember, Rabu (8/3) dihadiri oleh Sesjen Kemristekdikti Ainun Naim, Dirjen Kelembagaan Iptekdikti Patdono Suwignjo, yang keduanya mewakili Menristekdikti Mohamad Nasir, Ketua Majelis Wali Amanat ITS Mohamad Nuh, Ketua Senat Akademik Priyo Suprobo, dan mantan Direktur Utama Pertamina Dwi Sucipto yang juga merupakan Ketua Alumni ITS.

Menurut Rektor ITS Joni Hermana acara ini digagas dimaksudkan untuk semakin mempererat tujuan bersama ITS sebagai PTN BH dimana prestasi-prestasi di masa depan harus diraih lebih banyak mengingat ITS telah mengubah dirinya menjadi PTN BH.

“Apa yang kita lakukan ke depan adalah hal yang harus dihadapi, terutama perubahan abad informasi menjadi abad inovatif, perubahan gaya hidup, perubahan generasi dimana generasi kreatif akan tumbuh pesat, atas dasar itu perubahan ITS menjadi PTN BH sangat menentukan,” ujarnya.

Pada tahun 2017 ini terangnya lebih lanjut adalah implementasi program dan monitoring ITS sebagai PTN BH. Joni juga menyampaikan prestasi sampai saat ini antara lain ITS sudah memiliki publikasi terindeks scopus dengan jumlah sekitar 600 lebih.

Menurut Ainun Naim, ITS mulai sukses membangun dan memajukan peradaban. Beberapa hal penting yang harus diperhatikan supaya tidak ada kesalahpahaman masyarakat antara lain, PTN BH itu bukan privatisasi atau komersialisasi.

“Dengan status Badan Hukum otonominya akan bertambah, komitmen Negara/Pemerintah tetap dan meningkat misalnya dari sisi anggaran. Terutama dalam memanfaatkan program-program yang ada di Kementerian,” paparnya.

Hal-hal krusial lainnya yang harus diperhatikan oleh PTN BH menurutnya antara lain reputasi akademik, jumlah dosen, jumlah penelitian dosen dan dikutip oleh peneliti lain, mahasiswa internasional, pertukaran mahasiswa.

“Dengan otonomi yang dimiliki PTN BH, diharapkan lebih cepat berkembang dan inovatif, jangan lupa diikuti dengan tata kelola yang baik, saya yakin ITS dapat melakukannya,” pungkasnya.

Dwi Sucipto sebagai Ketua IKA ITS pun mendukung status PTN BH ITS ini sehingga riset di ITS semakin berkembang.

“IKA ITS siap mendukung, dan ingin agar ITS ini semakin bersinergi dengan hasil-hasil riset yang sudah ada,” tuturnya.

Pada acara yang disusun meriah itu juga diberikan penghargaan kepada para mahasiswa berprestasi dan ditandatanganinya MoU antara ITS dengan beberapa mitra industri untuk kerjasama di bidang penelitian dan hilirisasi hasil teknologi. (DZI)

IORA 2017: Pelepasan Deputi Perdana Menteri Thailand bidang Ekonomi oleh Menristekdikti

Tue, 03/07/2017 - 13:32

Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Indian-Ocean Rim Association (IORA) 2017 resmi ditutup oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo di Jakarta Convention Center, Jakarta, Selasa (7/3). Dengan ditutupnya KTT IORA 2017, kini saatnya para Kepala Negara anggota IORA dan Mitra Dialog IORA, maupun perwakilannya untuk kembali ke negara masing-masing.

Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir bertindak sebagai Menteri pelepas Pemimpin Tinggi Negara, salah satunya adalah Deputi Perdana Menteri Thailand bidang Ekonomi, Dr. Somkid Jatusripitak yang pulang ke Negaranya melalui Bandara Soekarno-Hatta.

Menristekdikti ditemani oleh Kepala Biro Kerja Sama dan Komunikasi Publik Kemenristekdikti Nada Marsudi berterimakasih atas kehadiran Deputi Perdana Menteri Thailand dalam KTT IORA 2017. Diharapkan dimasa depan sinergi antara Thailand dan Indonesia menjadi lebih baik, terutama dalam riset, teknologi, dan pendidikan tinggi.

“Kami harapkan akan berlanjut kerjasama dengan Thailand terutama pada bidang Ristekdikti di masa yang akan datang, dan akan coba terus ditingkatkan, mengingat Thailand juga bersama Indonesia, sama-sama masih membangun Pendidikan Tinggi dan hasil inovasinya ke arah yang lebih baik lagi,” ujar Menteri Nasir.

Menanggapi itu Somkid pun mengapresiasi Indonesia yang telah menjadi tuan rumah KTT IORA 2017. Sambil berjalan menuju gerbang pesawat ia ucapkan terimakasih kepada Pemerintah Indonesia dan Menteri Nasir karena KTT berjalan dengan baik, dan berjanji akan mengembangkan terus kerjasama dengan Indonesia di segala bidang.

Menristekdikti Sambut Kedatangan Wakil Perdana Menteri Oman dalam KTT IORA 2017

Tue, 03/07/2017 - 10:36

KTT IORA 2017 dan rangkaian kegiatannya, yang berlangsung dari tanggal 5-7 Maret 2017,  kembali membuat Indonesia menjadi fokus dunia dalam minggu ini.

Perhelatan KTT IORA (Indian Ocean Rim Association) yang akan dilangsungkan hari ini, Selasa 7 Maret 2017, dihadiri oleh sejumlah Kepala Negara anggota IORA dan Mitra Dialog IORA,  maupun perwakilannya.

Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir, mendapat kehormatan untuk menyambut langsung YM Dr. Yahya Bin Mahfoodh Bin Salim Al-Manthri, Ketua Dewan Negara Kesultanan Oman, sebagai Wakil Perdana Menteri Oman dalam KTT IORA 2017, di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Senin (7/3).

Ada kesamaan dalam perbincangan tadi malam,  yaitu karena YM Dr. Yahya Bin Mahfoodh Bin Salim Al-Manthri pernah menjadi Menteri Pendidikan di Kesultanan Oman untuk beberapa waktu yang lalu.

Diskusi menjadi hangat dengan didasarinya keinginan Indonesia dan Oman, untuk meningkatkan kerjasama bilateral dalam bidang Riset,  Teknologi dan Pendidikan Tinggi.

Menristekdikti Mohamad Nasir mengatakan bahwa Indonesia,  yang mempunyai sekitar 4400-an Perguruan Tinggi di Indonesia,  dimana beberapa di antaranya telah menerapkan ‘bi-lingual languages’ dan masuk dalam peringkat kelas dunia, sangat siap untuk menerima mahasiswa/i Oman untuk belajar ke Indonesia.

Melalui keanggotaan Indonesia dan Oman dalam IORA dalam konteks kerjasama regional, maupun melalui kerjasama bilateral Indonesia Oman, perlu ditingkatkan kerjasama RistekDikti antar dua Negara.

Pada kesempatan itu,  Menristekdikti secara ringkas juga mempromosikan kemajuan-kemajuan Iptek dan Inovasi, yang telah dicapai oleh tujuh Lembaga Penelitian Non Kementerian (LPNK), seperti LIPI, BPPT,  LAPAN,  BATAN,  BAPETEN, BIG,  BSN dan Perguruan Tinggi di Indonesia.

Promosi ini disambut baik oleh YM Dr Yahya,  yang menyatakan ketertarikannya untuk menjajagi kerjasama antara lain dalam bidang kesehatan dan pertanian.  Duta Besar Oman untuk Indonesia, yang juga turut hadir malam itu,  mengatakan bahwa produksi kurma dari Oman merupakan salah satu yang terbaik di dunia saat ini.

Pertemuan singkat ini diakhiri dengan undangan kepada Menristekdikti Mohamad Nasir untuk melakukan kunjungan kerja ke Kesultanan Oman dimasa yang akan datang, guna meningkatkan kerjasama Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi antara Indonesia dengan Oman. (NMS)

IORA 2017: Penyambutan Presiden Yaman oleh Menristekdikti

Mon, 03/06/2017 - 05:30

Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, Mohamad Nasir, bertindak sebagai Menteri Penyambut Yang Mulia Presiden Yaman Abdo Rabbu Mansour Hadi, di Bandar Udara Halim Perdanakusuma, Minggu, (5/3).

Dalam perbincangannya,  YM Presiden Yaman menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Indonesia,  yang menjadi tuan rumah pertemuan ke-20 Indian Ocean Rim Association (IORA) dan untuk pertama kalinya mengadakan IORA Leaders’ Summit 7 March 2017.

Dalam diskusi mengenai perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi,  serta Pendidikan Tinggi (Iptekdikti), Menristekdikti, M. Nasir menginformasikan fokus riset di Indonesia yang meliputi pertanian dan pangan,  energi (alternatif dan terbaharukan),  kesehatan dan obat-obatan,  teknologi komunikasi dan informatika,  transportasi,  material maju (termasuk nanoteknologi),  teknologi pertahanan, serta teknologi maritim.  Selain itu,  Menristekdikti juga menerangkan perkembangan Iptek di Kawasan Pusat Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (PUSPIPTEK), Serpong,  Tangerang dan menyatakan pentingnya kedua Negara untuk mengidentifikasi bentuk-bentuk kerjasama Iptek dan Pendidikan Tinggi di masa yang akan datang.

Minister Plenipotentiary Mohamed Ali.Al-Najar,  Charge d’Affaires,  Kedutaan Yaman di Jakarta mengatakan bahwa dimasa yang akan datang,  jika YM Presiden Abdo Rabbu Mansour Hadi berkunjung lagi ke Indonesia,  mungkin dapat diadakan program kunjungan kekawasan PUSPIPTEK maupun kawasan penelitian dan pengembangan IPTEK lainnya di Indonesia. (NMS)

Program Pembinaan PTS Tahun 2017 Untuk Klaster 4 dan 5

Fri, 03/03/2017 - 11:03

Program Pembinaan Perguruan Tinggi Swasta (PP-PTS) Tahun 2017 akan diberikan kepada PTS yang berada pada klaster 4 dan 5. Ketentuan ini sesuai dengan Surat Keputusan Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi No.2188/C/KEP/VIII/2016.

Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Pembinaan Kelembagaan Perguruan Tinggi Kemenristekdikti Totok Prasetyo, ketika melakukan Sosialisasi PP-PTS  Tahun 2017, yang dihadiri seluruh Kopertis di Hotel Atlet Century, Senayan, Selasa (28/02/2017).

Selain persyaratan khusus PTS yang berada pada klaster 4 dan 5, penerima PP-PTS tahun 2017 harus taat hukum. “Tidak bermasalah  dan pelaporan PDPT-nya 100% dilakukan semua,” tegas Totok.

Totok juga menyampaikan bahwa Kemenristekdikti tahun ini juga akan membatasi penerima PP-PTS agar PTS lain yang belum pernah menerima program ini juga diberi kesempatan. “Yang tahun 2016 telah mendapatkan bantuan, maka di tahun 2017 tidak bisa ikut lagi” tegasnya lagi.

Menanggapi ketentuan PP-PTS tahun 2017 ini,  Koordinator Kopertis Wilayah V Yogjakarta Bambang Supriyadi, mengatakan bahwa Kopertis setuju dengan bantuan kepada PTS yang berada pada kluster 4 dan 5.

Namun Bambang berharap Kopertis dilibatkan dalam seleksi penerima PP-PTS ini mengingat PTS kluster 4 dan 5 cukup banyak, “supaya seleksinya tidak salah, Kopertis juga harus dilibatkan untuk menginfokan apakah PTS tersebut sesuai kriteria atau tidak.” ujarnya.

Bambang juga berharap supaya nanti yang memasukan porposal dan yang nanti akan diberi bantuan PP-PTS ini adalah PTS yang memang berhak menerima bantuan, baik dari kacamata kluster maupun kacamata Kopertis.

PP-PTS merupakan program bantuan pengembangan institusi dari Kemenristekdikti dalam bentuk barang dan/atau pembangunan gedung. Program ini ditujukan untuk meningkatkan mutu PTS melalui perbaikan proses pembelajaran sehingga kinerja PTS dapat meningkat.

Adapun ketentuan mengenai pengusul, mekanisme dan persyaratan pengusulan dapat dibaca pada buku Panduan Penyusunan Proposal PP-PTS Tahun 2017. Panduan yang masih berbentuk draft itu sudah dapat didownload di pppts.ristekdikti.go.id

Sumber : kelembagaan.ristekdikti.go.id

Pages